Pesawaran, Lampung – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, pada kegiatan Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026 yang diselenggarakan di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadirkan pelatihan vokasi langsung ke desa melalui skema Mobile Training Unit (MTU), sehingga masyarakat dapat memperoleh keterampilan tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya. Pelatihan vokasi diharapkan mampu membentuk masyarakat yang memiliki keterampilan teknis, pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif sehingga tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ekonomi desa melalui peningkatan kompetensi masyarakat.

Sebagai mitra pelaksana pelatihan, LPK Astha Academy menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong transformasi SDM desa. LPK Astha Academy meyakini bahwa peningkatan kompetensi masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan tenaga kerja yang profesional, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga penguatan karakter, disiplin kerja, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia industri.

Pada program GERCEP 2026, peserta mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dengan komposisi 30% teori dan 70% praktik, sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di lapangan. Skema MTU yang menghadirkan instruktur langsung ke desa juga menjadi solusi efektif untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Bagi LPK Astha Academy, pelatihan vokasi bukan hanya tentang menghasilkan lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi, tetapi juga membangun generasi yang mampu menjadi penggerak ekonomi di desa. Oleh karena itu, setiap program pelatihan dirancang agar peserta memiliki mindset sebagai problem solver, mampu melihat peluang usaha, serta memiliki keberanian untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain mendukung program vokasi di bidang teknik dan keterampilan, LPK Astha Academy juga terus mengembangkan program peningkatan kompetensi lainnya, termasuk pelatihan bahasa Jepang, persiapan kerja luar negeri melalui skema Specified Skilled Worker (SSW), pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan soft skills. Langkah ini merupakan bentuk komitmen LPK Astha Academy dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Lampung untuk menciptakan SDM yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja global.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, serta LPK Astha Academy diharapkan mampu menjadi model pengembangan SDM berbasis desa yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi ini, masyarakat desa tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup, membuka usaha mandiri, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

LPK Astha Academy berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi di Provinsi Lampung melalui penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas, berbasis kebutuhan industri, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas masyarakat. Bersama seluruh pemangku kepentingan, LPK Astha Academy optimistis dapat mencetak generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045.